Download Gambar [▼]

JAKARTA TIMUR Kecamatan: Matraman Lokasi: RPTRA

Utakase
Rangkul: @nnwulandari & @dyahayuamallia

Acara NoBar ini diikuti oleh 21 penggerak PKK dan guru PAUD. Suasana saat sesi kelas berlangsung dengan cukup akrab dan hangat. Setelah berkenalan, ibu-ibu penggerak PKK dan guru-guru PAUD ini berkeluh kesah mengenai masalah yang terjadi di lingkungan mereka dan pengalaman pengasuhan yang mereka alami. Ada yang sampai berkaca-kaca menceritakan kisahnya dan tawa yang menggelegar karena kisah dan penyampaiannya cukup lucu dan menarik.

Film yang diputar mampu membuat mereka tertawa dan geli hinggga berkomentar bahwa ibu Tita mirip sekali dengan mereka di rumah. “Kalau perempuan emang gitu ya. Bawel dan panikan!”

Salah satu ibu yang hadir, yaitu Ibu Tukino, bercerita bagaimana dulu dia nakal sekali dan suka membantah serta tomboy. Dia bilang dulu sering kali dimarahi oleh orang tuanya dan seringkali dibicarakan tetangga bahwa jadi anak perempuan jangan tomboy nanti susah dapet jodoh. Hal ini terekam sekali di otaknya dan ketika dia memiliki 3 orang putra, Ia selalu berusaha mendengarkan apa pendapat anak-anaknya dan berusaha sekali untuk tidak langsung marah, karena perlakuan ini tidak menyenangkan. Refleksi ini menjadi hal yang positif buatnya, setelah menonton film Ia seperti diingatkan bahwa pengasuhan masa lalu ternyata berpengaruh dalam pengasuhan masa kini.

Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya acara NoBar kali ini. Sampai ketemu di NoBar berikutnya.


"Jadi ingin lebih memperhatikan tumbuh kembang cucu. Sesibuk apapun kita, kita harus meluangkan waktu untuk keluarga. Belajarlah mendengarkan keluhan anak, jangan cepat marah dan jangan malu untuk minta maaf." -Ibu Dewi
.
.
.
#NobarRangkul
#NobarRPTRA
#RangkulRPTRA
#keluargakitaXRPTRA
#MencintaiDenganLebihBaik
#RPTRAUTAKASE
Utakase
Rangkul: @nnwulandari & @dyahayuamallia

Acara NoBar ini diikuti oleh 21 penggerak PKK dan guru PAUD. Suasana saat sesi kelas berlangsung dengan cukup akrab dan hangat. Setelah berkenalan, ibu-ibu penggerak PKK dan guru-guru PAUD ini berkeluh kesah mengenai masalah yang terjadi di lingkungan mereka dan pengalaman pengasuhan yang mereka alami. Ada yang sampai berkaca-kaca menceritakan kisahnya dan tawa yang menggelegar karena kisah dan penyampaiannya cukup lucu dan menarik.

Film yang diputar mampu membuat mereka tertawa dan geli hinggga berkomentar bahwa ibu Tita mirip sekali dengan mereka di rumah. “Kalau perempuan emang gitu ya. Bawel dan panikan!”

Salah satu ibu yang hadir, yaitu Ibu Tukino, bercerita bagaimana dulu dia nakal sekali dan suka membantah serta tomboy. Dia bilang dulu sering kali dimarahi oleh orang tuanya dan seringkali dibicarakan tetangga bahwa jadi anak perempuan jangan tomboy nanti susah dapet jodoh. Hal ini terekam sekali di otaknya dan ketika dia memiliki 3 orang putra, Ia selalu berusaha mendengarkan apa pendapat anak-anaknya dan berusaha sekali untuk tidak langsung marah, karena perlakuan ini tidak menyenangkan. Refleksi ini menjadi hal yang positif buatnya, setelah menonton film Ia seperti diingatkan bahwa pengasuhan masa lalu ternyata berpengaruh dalam pengasuhan masa kini.

Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya acara NoBar kali ini. Sampai ketemu di NoBar berikutnya.


"Jadi ingin lebih memperhatikan tumbuh kembang cucu. Sesibuk apapun kita, kita harus meluangkan waktu untuk keluarga. Belajarlah mendengarkan keluhan anak, jangan cepat marah dan jangan malu untuk minta maaf." -Ibu Dewi
.
.
.
#NobarRangkul
#NobarRPTRA
#RangkulRPTRA
#keluargakitaXRPTRA
#MencintaiDenganLebihBaik
#RPTRAUTAKASE